Penyakit AIDS dan HIV

Penyakit AIDS Ddan HIV kumpulan dari gekjala penurunan kekebalan tubuh yang biasanya diperoleh. Misalnya seperti yang kita ketahui adalah tubuh manusia yang mempunyai suatu sistem kekebalan untuk melindungi diri dari serangan luar misalnya adalah kuman, virus, penyakit. Penyakit AIDS dan HIV ini bisa melemahkan atau membuat sistem pertahanan tubuh menjadi rusak sehingga akhirnya berdatanganlah dari berbagai jenis penyakit lainnya. Pertahanan tubuh yang lemah, maka dari berbagai jenis penyakit lainnya yang mudah datang dan menyerang. Kadang-kadang ada juga jenis penyakit yang biasanya tidak bisa menimbulkan suatu gangguan yang ada dan terjadi pada orang yang sistem kekebalannya normal.

Gejala dari penyakit AIDS dan HIV adalah berat badan yang menurun yang lebih dari 10% dalam waktu yang sangat singkat. Demam yang dirasa berkepanjangan selama lebih satu bulan dan diare yang berkepanjangan selama kurang lebih satu bulan juga. Tanda dan gejala tambahan dari penyakit AIDS dan HIV adalah batuk yang berkepanjangan selama kurang lebih dari satu bulan, kelainan dari kulit dan juga iritasi atau gatal. Penyakit herpes simpleks, dan infeksi dari jamur pada mulut dan kerongkongan, pembengkakan yang terjadi pada kelenjar getah bening diseluruh tubuh, yang teraba dibawah telinga, leher, ketiak, dan juga bagian lipat paha.

Jika Ada sekurang-kurangnya tiga dari seki gejala penyakit AIDS dan HIV diatas ini bisa diperkirakan dari adanya AIDS. Namun, yang perlu diperhatikan adalah gejala-gejala ini bisa juga menandakan dari adanya penyakit yang lain. Diagnosis dari AIDS dan HIV hanya bisa ditegakkan jika sudah melakukan test darah.

Penyakit AIDS dan HIV sudah diketahui berasal dari virus HIV-nya. Namun darimana virus ini berasal hingga saat ini belum ada yang mengetahuinya. Konon terdapat suatu virus yang ditemukan pada beberapa jenis kera di Afrika  yang mirip dengan jenis HIV. Juga pernah dimukan suatu sampel darah lama dari Afrika pada tahun 1950-an yang mengandung HIV. Namun, semua ini belum bisa membuktikan dari apa-apa tentang asal usul HIV.

Posted in Obat Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Hiv/Aids

PENGOBATAN Hiv/Aids

A.Medis
Di negara kita, karantina secara medis bagi pasien yang mengindap HIV kerap sekali tidak dapat dilakukan karena banyak faktor. Disisi lain, biaya pengobatan yang begitu mahal menyebabkan rumah sakit enggan untuk menerima perawatan tinggal dalam jangka waktu lama. Dengan mengalami penurunan kualitas hidupnya, setelah dirawat di rumah sakit hampir semua penderita meninggal dalam 2 tahun setelah terjangkit AIDS.

B.Obat-obatan

Pada saat ini sudah banyak obat yang bisa digunakan untuk menangani infeksi HIV:

Nucleoside revoerse transcriptse inhibtor.
• AZT (zidovudin)
• Ddl (didanosin)
• DdC(zalsitabin)
• D4t( stavudin )
• 3TC (lamivudin )
• Abakavir
• Non-nucleoside reverse transcriptase inhibtor
• Nevirapin
• Delavirdin
• Elvirenz
• Protease inhibtor
• Saquinavir
• Ritonavir
• indinavir
• Nelfinavir

Semua obat-obatan tersebut ditunjukan untuk mencegah reproduksi virus, sehingga memperlambat progresivitas penyakit. Dokter kadang sulit menetukan kapan dimulainya pemberian obat-obatan ini . Tapi, penderita dengan kadar virus yang tinggi dalam, darah harus segera diobati walaupun kadar CD4+nya masih tinggi dan belum menunjukkan gejala apapun.

EFEK SAMPING OBAT-OBATAN

AZT, ddl, d4T dan ddc menyebabkan nyeri samping seperti abdomen, mual dan sakit kepala terutama (AZT). Pengguanan AZT terus-menerus bisa merusak sumsum tulang dan menyebabkan Anemia. Ddl,ddc dan d4T bisa merusak saraf-saraf parifer. Ddl juga bisa merusak pankreas. Dalam kelompok neucleoside, 3TC mempunyai efek samping yang paling ringan. Sedangkan kelompok protease inhibitor menyebabkan efek samping mual, muntah, diare, dan gangguan perut.

Indinavir menyebabkan kenaikan ringan kadar enzim hati, bersifat reversibel dan tidak menimbulkan gejala, selain juga menyebabkan nyeri punggung hebat.(kolik renalis).

Ritonavir dengan pengaruhnya pada hati menyebabkan naik atau turunnya kadar obat lain dalam darah. Kelompok protease inhibitor banyak menyebabkan perubahan metabolisme tubuh seperti peningkatan kadar gula darah dan kadar lemak, serta perubahan distribusi lemak tubuh (Protease Punch).

Penderita AIDS diberi obat-obatan untuk mencegah oportunistik. Penderita dengan kadar limfosit CD4+ kurang dar 200 sel/Ml darah mendapatkan kombinasi terimetoprim dan sulfamatokstazatol untuk mencegah pneumonia pneumokistik dan infeksi toksoplasma ke otak. Penderita dengan limfosit CD4+ kurang dari 100 sel/mL darah mendapatkan azitromisin seminggu sekali atau mycrobacterium avium. Penderita yang bisa sembuh dari menigitis kriptokokkal atau terinfeksi jamur candida mendapatkan flukonazol jangka panjang. Penderita engan herpes simpleks berulang mungkin memerlukan pengobatan asiklovir jangka panjang.

Dengan perkembangan obat-obatan anti virus terbaru dan metode-metode pengobatan dan pencegahan infeksi oportunistik yang terus diperbarui, Penderita bisa mempertahankan kemampuan fisik dan mentalnya sampai bertahun-tahun setelah terkena AIDS. Sehingga pada saat ini bisa dikatakan bahwa AIDS sudah bisa ditangani walaupun belum bisa disembuhkan.

 

Posted in Obat Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebaran Virus HIV Dalam Tubuh

Supaya terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih yang disebut . Materi genetik virus yang dimasukkan ke dalam DNA sel yang terinteksi. Di dalam sel, Virus berkembang biak pada akhirnya menghancurkan sel serta melepaskan pertikel virus yang baru. Partikel virus yang baru kemudian menginfeksi limfosit lainnya dan menghancurkannya. Virus menempel pada limfosit yang memiliki satu reseptor protein yang disebut CD4, yang terdapat di selaput bagian luar.

Sel-sel yang memiliki reseptor biasanya, disebut sel CD4+ atu disebut limfosit T penolong. Limfosit T penolong berfungsi mengaktifkan dan menagatur sel-sel lain pada sistem kekebalan.(misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T stitostik), yang kesemuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing. Inefeksi HIV menyebabkan hancurnya limfosit T penolong, sehingga teradi kelemahan sistem tubuh dalam melindungi dirinya terhadap infeksi dan kanker.

Seseorang yang terinfeksi HIV akan kehilangan limfosit Tpenolong melalui 3 tahap selama beberpa bulan atau tahun.

1. Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300 sel/mL darah. Pada beberapa bulan pertama setelah terinfeksi HIV sejumlah sel menurun sebanyak 40-50%. Selama bulan-bulan ini penderita bisa menularkan HIV kepada orang lain karena banyak partikel virus yang terdapat dalam luar darah. Meskipun tubuh berusaha melawan virus ,tetapi tubuh tidak mampu meredakan infeksi.

2. Setelah sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus didalam darah mencapai kadar yang stabil, yang berlainan pada setiap penderita. Perusakan sel CD4+ dan penularan penyakit kepada orang lain terus berlanjut. Kadar partikel virus yang tinggi dak kadar Limfosit CD4+ yang rendah membantu dokter mendapati orang-orang yang berisiko tinggi menderita AIDS.

3. 1-2 tahun sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD4+ biasanya menurun drastis. Jika kadarnya turun hingga 200 sel/Ml darah, maka penderita menjadi rentan terhadap infeksi.

Infeksi HIV juga menyebabkan gangguan pada fungsi limfosit B. Limfosit B adalah limfosit yang menghasilkan antibodi. Seringkali HIV meyebabkan produksi antibodi berlebihan. Antibodi yang diperuntukkan melawan HIV dan infeksi lain ini banyak membantu dalam melawan berbagai infeksi oportunistik pada AIDS.

Pada saat yang bersamaan, penghancuran limfosit CD4+ oleh virus menyebabkan berkurangnya kemampuan Sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan sasaran baru yang harus diserang.

Posted in Obat Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

AIDS (Aquired Immunodeficiency Snydrome) dan INFEKSI HIV (Human Immunodeficiency Virus)

INFEKSI HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan infeksi salah satu virus dari dua jenis virus yang secara progresif merupakan sel-sel darah putih. Kerusakan sel-sel darah putih atau limfosit menyebabkan AIDS (Aquired Immunodeficiency Snydrome) dan penyakit lainnya sebagai dari gangguan kekebalan tubuh. Pada Awal tahun 1980, para peneliti menemukan peningkatan mendadak dari 2 jenis penyakit di kalangan kaum homoseksual di Amerika. Kedua penyakit itu adalah Sarkome Kaposi (sejenis kanker yang jarang terjadi) dan Pneumonia Pnemokista (sejenis Peumonia yang hanya terjadie pada penderita gangguan sistem kekebalan).
Kegagalan sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan timbulnya 2 jenis penyakit yang jarang ditemui ini sekarang dikenal dengan AIDS .

PENYEBAB

Terdapat 2 jenis virus penyebab AIDS,V yaitu HIV-1, HIV-2, HIV yang banyak ditemukan di daerah Barat, Eropa, Afriaka Tengah, Selatan, dan Timur. Sedangkan HIV-2 banyak di temukan di Afrika Barat.

Posted in Obat Aids | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment